Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah yang Sederhana

Panduan membuat laporan keuangan sekolah sederhana: cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, lalu menyusun rekap bulanan yang mudah dibaca kepala sekolah dan yayasan.

21 Juli 2026 · 7 menit baca · Tim SekolahRapi

Kenapa laporan keuangan sekolah perlu dibuat rutin

Laporan keuangan sederhana menjawab satu pertanyaan paling mendasar bagi pengelola sekolah: dari mana uang masuk, ke mana uang keluar, dan berapa sisa kas pada akhir bulan. Tanpa laporan yang rutin, keputusan seperti menambah tenaga pengajar, merenovasi ruang kelas, atau menunda pembelian sarana sering dibuat berdasarkan perkiraan, bukan data.

Laporan juga membantu transparansi antara bendahara, kepala sekolah, dan yayasan. Semua pihak melihat angka yang sama, sehingga tidak ada kesenjangan informasi saat mengevaluasi kinerja keuangan sekolah.

Siapkan kategori pemasukan dan pengeluaran

Sebelum mencatat, tentukan kategori tetap agar transaksi masuk ke tempat yang sama setiap kali terjadi. Buat sesederhana mungkin — cukup kategori yang benar-benar dipakai sekolah Anda.

  • Pemasukan: pembayaran SPP, uang pendaftaran siswa baru, sumbangan orang tua, dana BOS/bantuan, dan pemasukan lain seperti penjualan buku atau seragam.
  • Pengeluaran: gaji guru dan staf, operasional harian (ATK, fotokopi), listrik dan air, transportasi, kegiatan sekolah, perawatan dan sarana, serta pengeluaran lain.

Catat setiap transaksi dengan disiplin

Kuncinya adalah mencatat saat transaksi terjadi, bukan menunda sampai akhir minggu. Data yang terlambat masuk mudah lupa jumlah atau tanggalnya.

  1. 1Siapkan satu buku kas atau tabel catatan harian dengan kolom tanggal, keterangan, kategori, pemasukan, pengeluaran, dan saldo.
  2. 2Setiap uang masuk dicatat sebagai pemasukan dengan sumbernya, misalnya SPP an. nama siswa.
  3. 3Setiap uang keluar dicatat sebagai pengeluaran beserta keperluan dan penerimanya.
  4. 4Perbarui saldo setiap kali selesai mencatat, lalu cocokkan dengan uang tunai atau rekening yang tersisa.
  5. 5Simpan bukti transaksi (kwitansi, nota) dan beri nomor urut agar mudah ditelusuri.

Susun rekap bulanan

Pada akhir bulan, kumpulkan seluruh catatan harian menjadi rekap bulanan. Rekap ini cukup berisi total pemasukan per kategori, total pengeluaran per kategori, dan saldo akhir.

Jika jumlahnya tidak cocok dengan uang yang tersisa, telusuri kembali transaksi. Menemukan selisih lebih mudah dilakukan per bulan daripada menunggu akhir tahun.

  • Saldo awal bulan.
  • Total pemasukan per kategori.
  • Total pengeluaran per kategori.
  • Saldo akhir bulan (saldo awal + pemasukan - pengeluaran).

Contoh format rekap sederhana

Format di bawah ini bisa dibuat di buku tulis, spreadsheet, atau aplikasi pencatatan seperti SekolahRapi yang menyediakan import/export Excel untuk data keuangan.

  • Saldo awal: Rp 12.000.000
  • Pemasukan - SPP: Rp 18.500.000
  • Pemasukan - Uang pendaftaran: Rp 2.000.000
  • Pemasukan - Bantuan/dana: Rp 3.000.000
  • Pengeluaran - Gaji guru: Rp 15.000.000
  • Pengeluaran - Listrik dan air: Rp 850.000
  • Pengeluaran - Operasional: Rp 1.250.000
  • Saldo akhir: Rp 18.400.000

Tips agar laporan tetap sederhana dan berguna

  • Rutinkan pencatatan: lebih baik 10 menit setiap hari daripada 2 jam di akhir bulan.
  • Jangan menambah kategori kecuali benar-benar diperlukan; terlalu banyak kategori justru membuat pencatatan berhenti.
  • Rekap yang dibagikan ke kepala sekolah dan yayasan cukup satu halaman.
  • Gunakan alat bantu pencatatan (buku, spreadsheet, atau aplikasi seperti SekolahRapi) yang paling realistis dijalankan rutin oleh bendahara.

Pertanyaan Umum

Apakah laporan keuangan sekolah harus memakai standar akuntansi tertentu?

Untuk sekolah swasta skala kecil dan menengah, laporan sederhana pemasukan-pengeluaran-saldo sudah cukup untuk kebutuhan operasional dan pelaporan internal. Standar akuntansi formal biasanya baru diperlukan saat sekolah memiliki kewajiban pelaporan yang lebih besar — sebaiknya dikonsultasikan dengan pendamping atau akuntan bila kondisinya demikian.

Berapa sering laporan sebaiknya dibuat?

Catatan harian dilakukan setiap transaksi, dan rekap bulanan ditutup di akhir bulan. Rekap tahunan tinggal menjumlahkan 12 rekap bulanan.

Bagaimana cara mengatasi saldo yang tidak cocok?

Cek satu per satu: transaksi yang belum dicatat, bukti yang hilang, atau salah jumlah. Cocokkan juga dengan mutasi rekening bank dan sisa uang tunai. Usahakan menemukan selisihnya di bulan yang sama agar mudah dilacak.

Baca Juga

Praktikkan panduan ini dengan alat bantu pencatatan

SekolahRapi membantu mencatat siswa, SPP, kas, dan laporan dalam satu tempat — dengan import/export Excel, realtime di plan Pro, dan dukungan offline terbatas.